Senin, 28 Maret 2011
Alergi Hidup
Pengarang : Unknown
Sumber : http://kyawang.blogspot.com/
Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya : "Guru, saya sudah bosan hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati."
Sang Guru tersenyum : "Oh, kamu sakit". "Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati".
Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan: "Kamu sakit. Penyakitmu itu bernama "Alergi Hidup". Ya, kamu alergi terhadap kehidupan. Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan ini mengalir terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo.
Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Usaha pasti ada pasang-surutnya. Dalam berumah-tangga, pertengkaran kecil itu memang wajar. Persahabatan pun tidak selalu langgeng. Apa sih yang abadi dalam hidup ini ? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita".
"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku", kata sang Guru. "Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup lebih lama lagi", pria itu menolak tawaran sang Guru.
"Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati ?", tanya Guru. "Ya, memang saya sudah bosan hidup", jawab pria itu lagi. "Baiklah. Kalau begitu besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini... Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh sisanya kau minum besok jam enam sore. Maka esok jam delapan malam kau akan mati dengan tenang".
Kini, giliran pria itu menjadi bingung. Sebelumnya, semua Guru yang ia datangi selalu berupaya untuk memberikan semangat hidup. Namun, Guru yang satu ini aneh. Alih-alih memberi semangat hidup, malah menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.
Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut "obat" oleh sang Guru tadi. Lalu, ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu relaks, begitu santai! Tinggal satu malam dan satu hari ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.
Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di sebuah restoran. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Ini adalah malam terakhirnya. Ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya amat harmonis. Sebelum tidur, ia mencium istrinya dan berbisik, "Sayang, aku mencintaimu". Sekali lagi, karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis.
Esoknya, sehabis bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat dua cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali dan berkata : "Sayang, apa yang terjadi hari ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku sayang".
Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, "Hari ini Bos kita kok aneh ya?" Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan menghargai terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.
Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya sambil berkata : "Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu". Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan: "Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu tertekan karena perilaku kami".
Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidupnya menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?
Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi dan berkata : "Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh. Apabila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan".
Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP !
Sasuke dan Itachi
kau Seseorang yang sangat aku benci
Kau…
...Seseorang yang sangat aku dendami
Dan kau…
Seseorang yang telah merusak hidupku
Kau yang membunuh orang tuaku
Kau yang membunuh klanku
Dan kau juga yang telah membunuh batinku
Tak taukah kau bagaimana sakitnya perasaanku
Saat aku melihat keluargaku mati di depanku
Keluarga yang sangat aku sayangi
Keluarga yang menjadi teman hidupku
Dan ternyata… kau… saudara sedarahku
Kau lah penyebab itu semua
Kau yang telah melakukan itu
Rasa sayangku yang sangat padamu selama ini…
Kau rusak dengan perbuatanmu
Kau buat aku benci padamu
Kau buat aku ingin membunuh saudara sedarahku sendiri
Karenamu aku kehilangan sifat ceriaku
Karenamu aku terhasut oleh kebencianku
Karenamu aku terbawa ke kegelapan hatiku
Karenamu aku meninggalkan teman-temanku dan desaku
Demi mencari kekuatan baru untuk membunuhmu
Ketika aku bertemu denganmu lagi
Perasaan dendamku membara
Tetapi kau hanya bisa tersenyum tanpa rasa bersalah
Mengabaikan perasaan sakitku
Apa yang ada di pikiranmu?
Kau sama sekali tak memikirkan betapa hancurnya hidupku karenamu?
Dan sekarang, setelah aku berhasil membunuhmu
Aku baru mengetahui apa yang sebenarnya
Aku menyesal
Dulu…
Ketika aku dan kau selalu bersama
Ketika aku bermimpi buruk
Kau ada di sampingku
Menenangkan hatiku
Ketika aku ingin belajar sesuatu
Kau ada di sampingku
Mengajariku
Ketika aku ketakutan seorang diri
Kau ada di sampingku
Menemaniku
Aku selalu merasa iri padamu
Karena kau lebih hebat dariku
Dan aku selalu ingin melampauimu
Kau selalu berusaha untuk memenuhi keinginanku
Mengajariku berlatih menjadi seorang ninja
Aku rindu ketika kau tak bisa mengajariku ketika aku memintamu
Kau mengetuk keningku dengan kedua jarimu
Dan mengatakan “Maaf Sasuke,lain waktu saja.”
Aku juga rindu ketika aku terjatuh dan menangis
Kau menggendongku dan menghiburku
Aku rindu kehangatan gendongan itu
Kau pernah bilang,
“Kau dan aku adalah saudara yang unik, Sasuke. Aku ada sebagai rintangan terakhir yang harus kau kalahkan.”
Lalu kau tersenyum dan berkata lagi,
“Meski kau datang untuk membenciku karena hal itu, seperti itulah menjadi seorang kakak.”
ternyata kau…
Kau sangat menyayangiku
Kau berbohong padaku
Kau melakukan kejahatan sehingga kau tak akan pernah termaafkan
Lalu meninggalkan Konoha
Dan kau bergabung dengan Akatsuki
Untuk melindungi Konoha dari dalam
Kau tak pernah menghilangkan rasa cintamu pada Konoha ataupun aku
Kau lebih mementingkan keselamatanku
Dan aku masih hidup sampai sekarang
Kau membunuh temanmu, atasanmu, kekasihmu
Bahkan ayah dan ibumu
Tetapi kau tidak membunuhku
Kau menangis dengan air mata darah
Membunuh emosimu
Membantai sanak keluargamu
Tetapi kau tak sanggup untuk membunuhku
Dan sekarang aku mengerti
Bagimu, aku lebih penting dari Konoha
Dari awal sampai kematianmu
Kau mencoba memberiku kekuatan lebih
Kau membiarkanku mengalahkanmu
Membuatku menjadi pahlawan di mata Konoha
Kau yang telah tersiksa karena penyakit
Mencoba segala macam cara agar tetap bertahan hidup
Semua demi aku
Agar kau dapat bertarung denganku
Dan mati di kakiku
Melindungi kedamaian Konoha
Dan melindungiku…
Kau hidup sebagai buronan, pengkhianat dan penjahat
Dan memohon untuk melepas kematian
Kau telah berkorban segalanya untukku
Kau menukar harga dirimu dengan kehinaan
Dan kau mengganti rasa sayangku dengan kebencian
Bahkan meski demikian, kau mati dengan senyuman di wajahmu
Aku teringat ketika kau telah mendekati kematianmu
Kau mendekat padaku
Kau mengetuk keningku lagi
Tersenyum, dan mengatakan “Maaf Sasuke,ini untuk yang terakhirkali.”
Dan kau tersungkur di kakiku
Kau meninggalkan nama Uchiha padaku
Dan berbohong sampai matimu
Kakak…
Maafkan aku
Aku akan membalas ini semua
Membalas semua pengorbananmu
Aku akan menghancurkan Konoha
Konoha yang telah menjadikanmu alat
Sehingga kau tersiksa
Kakak…
Sekali lagi maafkan aku
Aku sangat menyayangimu
Aku merindukanmu, kak…
Kau…
...Seseorang yang sangat aku dendami
Dan kau…
Seseorang yang telah merusak hidupku
Kau yang membunuh orang tuaku
Kau yang membunuh klanku
Dan kau juga yang telah membunuh batinku
Tak taukah kau bagaimana sakitnya perasaanku
Saat aku melihat keluargaku mati di depanku
Keluarga yang sangat aku sayangi
Keluarga yang menjadi teman hidupku
Dan ternyata… kau… saudara sedarahku
Kau lah penyebab itu semua
Kau yang telah melakukan itu
Rasa sayangku yang sangat padamu selama ini…
Kau rusak dengan perbuatanmu
Kau buat aku benci padamu
Kau buat aku ingin membunuh saudara sedarahku sendiri
Karenamu aku kehilangan sifat ceriaku
Karenamu aku terhasut oleh kebencianku
Karenamu aku terbawa ke kegelapan hatiku
Karenamu aku meninggalkan teman-temanku dan desaku
Demi mencari kekuatan baru untuk membunuhmu
Ketika aku bertemu denganmu lagi
Perasaan dendamku membara
Tetapi kau hanya bisa tersenyum tanpa rasa bersalah
Mengabaikan perasaan sakitku
Apa yang ada di pikiranmu?
Kau sama sekali tak memikirkan betapa hancurnya hidupku karenamu?
Dan sekarang, setelah aku berhasil membunuhmu
Aku baru mengetahui apa yang sebenarnya
Aku menyesal
Dulu…
Ketika aku dan kau selalu bersama
Ketika aku bermimpi buruk
Kau ada di sampingku
Menenangkan hatiku
Ketika aku ingin belajar sesuatu
Kau ada di sampingku
Mengajariku
Ketika aku ketakutan seorang diri
Kau ada di sampingku
Menemaniku
Aku selalu merasa iri padamu
Karena kau lebih hebat dariku
Dan aku selalu ingin melampauimu
Kau selalu berusaha untuk memenuhi keinginanku
Mengajariku berlatih menjadi seorang ninja
Aku rindu ketika kau tak bisa mengajariku ketika aku memintamu
Kau mengetuk keningku dengan kedua jarimu
Dan mengatakan “Maaf Sasuke,lain waktu saja.”
Aku juga rindu ketika aku terjatuh dan menangis
Kau menggendongku dan menghiburku
Aku rindu kehangatan gendongan itu
Kau pernah bilang,
“Kau dan aku adalah saudara yang unik, Sasuke. Aku ada sebagai rintangan terakhir yang harus kau kalahkan.”
Lalu kau tersenyum dan berkata lagi,
“Meski kau datang untuk membenciku karena hal itu, seperti itulah menjadi seorang kakak.”
ternyata kau…
Kau sangat menyayangiku
Kau berbohong padaku
Kau melakukan kejahatan sehingga kau tak akan pernah termaafkan
Lalu meninggalkan Konoha
Dan kau bergabung dengan Akatsuki
Untuk melindungi Konoha dari dalam
Kau tak pernah menghilangkan rasa cintamu pada Konoha ataupun aku
Kau lebih mementingkan keselamatanku
Dan aku masih hidup sampai sekarang
Kau membunuh temanmu, atasanmu, kekasihmu
Bahkan ayah dan ibumu
Tetapi kau tidak membunuhku
Kau menangis dengan air mata darah
Membunuh emosimu
Membantai sanak keluargamu
Tetapi kau tak sanggup untuk membunuhku
Dan sekarang aku mengerti
Bagimu, aku lebih penting dari Konoha
Dari awal sampai kematianmu
Kau mencoba memberiku kekuatan lebih
Kau membiarkanku mengalahkanmu
Membuatku menjadi pahlawan di mata Konoha
Kau yang telah tersiksa karena penyakit
Mencoba segala macam cara agar tetap bertahan hidup
Semua demi aku
Agar kau dapat bertarung denganku
Dan mati di kakiku
Melindungi kedamaian Konoha
Dan melindungiku…
Kau hidup sebagai buronan, pengkhianat dan penjahat
Dan memohon untuk melepas kematian
Kau telah berkorban segalanya untukku
Kau menukar harga dirimu dengan kehinaan
Dan kau mengganti rasa sayangku dengan kebencian
Bahkan meski demikian, kau mati dengan senyuman di wajahmu
Aku teringat ketika kau telah mendekati kematianmu
Kau mendekat padaku
Kau mengetuk keningku lagi
Tersenyum, dan mengatakan “Maaf Sasuke,ini untuk yang terakhirkali.”
Dan kau tersungkur di kakiku
Kau meninggalkan nama Uchiha padaku
Dan berbohong sampai matimu
Kakak…
Maafkan aku
Aku akan membalas ini semua
Membalas semua pengorbananmu
Aku akan menghancurkan Konoha
Konoha yang telah menjadikanmu alat
Sehingga kau tersiksa
Kakak…
Sekali lagi maafkan aku
Aku sangat menyayangimu
Aku merindukanmu, kak…
Langganan:
Postingan (Atom)